February 19, 2008

0
Jelang Liga Champions: Saatnya Membuat Titik Balik

Milan - Hasil kurang memuaskan diraih oleh Arsenal dan AC Milan akhir pekan lalu. Namun, semua itu sudah harus dilupakan karena sekarang saatnya fokus untuk meraih hasil maksimal. Hari Minggu (17/2/2008) lalu, Arsenal harus melupakan ambisinya untuk menjuarai Piala FA setelah dihancurkan 0-4 oleh rival mereka, Manchester United. Sementara Milan pekan lalu dua kali bermain imbang.
Setelah bermain imbang 1-1 dengan Livorno pada hari Kamis (14/2/2008), mereka kembali memetik hasil seri setelah ditahan 0-0 oleh Parma kemarin, sehingga ambisi mereka untuk masuk empat besar Seri A harus tertunda. Sepahit apapun perasaan mereka kini, sudah saatnya dikesampingkan. Kamis (21/2/2008) dinihari WIB di Emirates Stadium, kedua tim menyadari penampilan yang lebih baik adalah syarat mutlak untuk mendapatkan hasil terbaik. Bahkan pelatih The Gunners, Arsene Wenger, menyadari untuk meraih hasil bagus dari Milan dibutuhkan lebih dari sekadar penampilan yang bagus, mereka butuh penampilan kelas atas.
"Sekarang kami harus memperbaiki diri dan bersiap dengan benar untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Kami tahu kami butuh performa kelas atas agar mendapatkan kesempatan ketika berhadapan dengan Milan," ujarnya, seperti dilansir Yahoosports. Hal senada juga dilontarkan salah satu penyerang Rossoneri, Alberto Gilardino, yang mengatakan timnya telah bersiap secara fisik dan mental untuk menampilkan performa terbaik untuk bisa meraih hasil positif. "Kami hanya memiliki waktu beberapa hari dan harus mempersiapkannya dengan baik untuk menghadapi pertandingan penting ini. Kami telah berlatih dengan baik untuk datang dengan fisik dan mental terbaik sehingga kami bisa bermain sempurna.
Kami harus menampilkan permainan terbaik," tuturnya seperti dikutip dari Goal. Gilardino benar, meskipun Arsenal baru tersingkir dari Piala FA, penampilan mereka di Premiership tetaplah konsisten sehingga dibutuhkan permainan terbaik untuk bisa mengalahkan mereka. Saat ini tim Alexander Hleb dkk masih tetap berada di puncak klasemen dengan baru satu kali kalah, bandingkan dengan MU dan Chelsea yang sudah menelan empat dan tiga kekalahan. Tetapi Milan punya pengalaman indah ketika berhadapan dengan klub Inggris. Sebagai juara bertahan mereka berhasil menggasak MU di semifinal musim lalu dan berhasil menaklukkan Liverpool di final. Sedikit ketidakberuntungan untuk Milan adalah krisis penjaga gawang yang menimpa mereka.
Setelah Dida cedera, Zeljko Kalac juga dikabarkan menyusul ke ruang perawatan setelah didera cedera jari telunjuk. Sementara striker belia mereka, Alexandre Pato, kondisinya masih tanda tanya untuk melakukan pertandingan debutnya di Liga Champions. Untuk statistik di putaran grup Liga Champions musim ini keduanya seimbang. Baik Milan maupun Arsenal sama-sama mengumpulkan poin 13 dari enam pertandingan.
Tetapi Il Diavolo Rosso berhasil menjuarai Grup D, sedangkan Arsenal "hanya" runner up Sevilla di Grup H. Patut ditunggu tim mana yang penampilannya lebih baik dan pulang dengan senyum merekah di wajah. Pertandingan sendiri dijamin bakal menarik karena kedua tim sudah bertekad untuk mengerahkan semua kemampuan yang mereka miliki.

0
Jelang Liga Champions: Ini Soal Reputasi Eropa, Bung!

Milan - Babak 16 besar Liga Champions memunculkan duel dahsyat dan unik menyusul pertemuan dua klub dari poros sepakbola Eropa. AC Milan vs Arsenal dan Inter Milan kontra Liverpool. Inggris atau Italia? Setidaknya selepas babak fase grup, kubu Inggris berada dalam posisi lebih unggul dengan meloloskan keempat wakilnya: Arsenal, Manchester United, Chelsea dan Liverpool. Sementara Lazio gagal menyusul AC Milan, Inter Milan dan AS Roma yang lolos ke 16 besar.
Tapi untuk memprediksi persaingan antara Inter versus Liverpool dan Milan kontra Arsenal untuk memperebutkan satu tiket ke babak delapan besar tentu tak cukup melihat fakta di atas. Dari duel tersebut ada fakta menarik seputar performa di kompetisi lokal dan reputasi mentereng di pentas Eropa. Soal penampilan oke di liga domestik, perhatian kita pasti tertuju pada Inter dan Arsenal. Nerazzurri belum terkalahkan dan masih kokoh di puncak klasemen Seri A, sementara The Gunners unggul lima angka atas Manchester United di Premier League.
Sedangkan jika beralih ke pentas Eropa, AC Milan dan Liverpool adalah penguasanya. Rossoneri punya tujuh gelar Liga Champions sementara The Kop sudah lima kali juara. Di sinilah keunikan itu muncul. Meski punya rekor mengkilap di Eropa, Milan dan Liverpool justru terseok di kompetisi lokal. Grafik penampilan Paolo Maldini dkk masih naik-turun tak menentu, sementara Steven Gerrard cs juga konsisten dengan inkonsistensinya. Kondisi sebaliknya terjadi di Inter dan Arsenal. Inter memang sudah dua kali menjuarai kompetisi antarklub Eropa tersebut, tapi itu diraih tahun 1960-an. Sementara prestasi terbaik Arsenal adalah finalis dua tahun lalu. Sukses Milan menjuarai Liga Champions musim lalu adalah contoh tepat betapa penampilan di kompetisi lokal selalu berbanding lurus dengan hasil di Eropa.
"Milan terlahir untuk Liga Champions," begitu Andrea Pirlo sempat berucap. Sukses The Reds merengkuh gelar kelimanya tiga musim lalu juga didapat dengan kondisi yang tak jauh berbeda. Liverpool yang memang tak pernah lagi tampil meyakinkan di Premiership malah menang dramatis di final dengan menundukkan Milan. Inter boleh saja menjadi jawara Italia dalam dua musim terakhir dan Arsenal yang tampil atraktif dengan "young gunners"-nya berhasil memuncaki Premier League. Tapi Liga Champions adalah dunia yang berbeda, dan Milan bersama Liverpool sepertinya selalu memiliki kekuatan lebih jika bertarung di

0
Kaka Tertarik ke Inggris

MILAN - Penyerang lubang AC Milan asal Brasil, Kaka, mengaku kalau dirinya memiliki keinginan untuk merasakan kerasnya kompetisi Liga Premier, bila karirnya di Serie A telah berakhir. Hal ini tentu saja membuat klub-klub Inggris tertarik mendengar kabar tersebut. Kendati ia telah menegaskan keinginannya tersebut, mantan punggawa Sao Paulo itu mengaku saat ini jauh lebih bahagia bila ia bertahan di San Siro.
"Saya pikir, ide untuk bertahan di Milan hingga sepanjang karir saya jauh lebih baik," tutur peraih gelar Terbaik Dunia dan Eropa tersebut. "Hal ini dikarenakan saya telah beradaptasi dengan baik dan kehidupan di Italia sungguh membuat saya kerasan. Namun saya tekankan lagi, tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa mendatang.
"Mungkin menjadi sesuatu hal yang tidak memungkinkan bagi saya untuk bermain di klub Italia selain Milan, oleh karena itu baik Barcelona dan Real Madrid, serta di Inggris, Arsenal, Manchester United dan Liverpool atau Chelsea, menjadi pilihan yang menarik." Kendati ia diragukan untuk dapat tampil menghadapi Arsenal, toh pelatih Carlo Ancelotti tetap membawanya ke dalam skuad guna menghadapi Arsenal. Milan memiliki skuad yang jauh lebih tua dari calon lawannya di babak 16 besar Liga Champions tersebut, dimana rata-rata pemain mereka berusia di atas 30 tahun, seperti Paolo Maldini, Cafu, Dida, Filippo Inzaghi dan Clarence Seedorf.
"Setiap orang menyebut partai melawan Arsenal sudah layaknya seperti ajang adu usia diantara muda dan tua," tutur Kaka. "Tentu saja perbandingan ini cukup adil, karena rata-rata pemain di Milan memang telah melampaui usia 30 tahun, namun hal ini tentu tidak mematahkan semangat permainan kami. "Ketika saya bergabung dengan klub ini empat tahun lalu, pemain seperti Maldini dan Seedorf telah meraih segala kesuksesan. Namun kini rasa haus akan kesuksesan itu tetap ada."
February 18, 2008

0
Milan Krisis Kiper

MILAN - AC Milan kembali dihadapkan masalah menjelang laga 16 besar Liga Champions melawan Arsenal, Rabu (20/2/2008). Milan sedang krisis kiper setelah Zeljko Kalac dan Nelson Dida mengalami cedera. Kiper pengganti Dida, Kalac mengalami cedera jari ketika mengikuti sesi latihan, jari Kalac dikabarkan terkilir. Belum dipastikan apakah Kalac bisa diturunkan atau tidak karena masih menunggu hasil pemeriksaan.
"AC Milan mengumumkan bahwa dalam latihan hari ini, Zeljko Kalac mengalami cedera tulang jari telunjuk tangan kanannya. Kondisinya akan diperiksa besok untuk bisa diketahui apakah ia dapat diturunkan saat menghadapi Arsenal," demikian pernyataan juru bicara Milan seperti dikutip AP, Senin (18/2/2008). Milan sebenarnya masih memiliki kiper ketiga, Valerio Fiori. Namun Fiori belum pernah dimainkan Ancelotti.
Fiori terakhir kali memperkuat Milan musim 2003/04. Selain itu, Milan kini juga sedang berharap kepada striker, Alexander Pato yang diharapkan akan pulih dari cedera pergelangan kaki. Pato akan menjadi pelapis Alberto Gilardino dan Filippo Inzaghi.
February 17, 2008

0
Seedorf: Gunners Akan Berakhir

MILAN - Gederang perang sesama klub kontestan babak 16 besar Liga Champion sudah ditabuh. Perang urat syarat dilontarkan pemain atau pelatih setiap klub peserta. Kali ini, pernyataan bersifat meremehkan disampaikan gelandang AC Milan Clarence Seedorf. Pemain asal Belanda itu yakin, The Gunners akan tersingkir pada perhelatan sepakbola antarklub terbesar di Eropa itu.
Kedua klub akan berhadapan pada leg 1 di Emirates Stadium, Kamis (21/2/2008) dinihari. Menurut Seedorf, klubnya akan membuktikan lebih tangguh dibandingkan Arsenal dalam dua leg ke depan. "Menurut pandangan saya, Arsenal adalah salah satu klub terbesar di Eropa. Arsenal juga selalu memiliki keberuntungan," kata Seedorf seperti dilansir Goal, Minggu (18/2/2008). "Persoalannya, Milan adalah juara di Eropa dan sudah mengemas tujuh gelar juara. Kami tahu bagaimana cara mengatasi laga mendatang," kilahnya.
"Kami memiliki pengalaman dan cerdik di lapangan, tidak terkecuali dalam dua pertandingan mendatang," tandasnya. Dia juga tidak menampik tentang prestasi emas Arsenal bila bertanding di depan publiknya sendiri. "Rekor kandang Arsenal luar biasa. Tapi, pada leg 2 di San Siro menjadi keuntungan bagi kami," tegasnya. Bila Seedorf dimainkan, makan dia akan berhadapan dengan gelandang emas Arsenal, Cesc Fabregas. Milan juga memiliki gelandang yang kenyang di ajang Liga Champions yaitu Gennaro Gattuso.

0
Maldini Puji Ibunda

Milan - Kapten AC Milan Paolo Maldini menyanjung ibu kandungnya atas kesetiaan menemani karirnya sehingga bisa mencapai penampilan ke-1000 di laga profesional saat bermain imbang 0-0 dengan AC Parma hari Sabtu (16/2). Pemain berusia 39 tahun, yang akan pensiun di akhir musim ini, meraih pencapaian itu saat tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua.
"Ini saya dedikasikan untuk keluarga, terutama ibu saya, yang terus mengikuti dari dekat perjalanan karir saya," ucap Maldini. Ia merupakan produk asli Milan dan tak pernah pindah ke klub lain sepanjang karirnya. Debut dilakukannya di usia 16 tahun saat melawan Udinese di Serie A bulan Januari 1985. Selain di Milan, Maldini juga membela tim nasional Italia sebanyak 126 kali dan menjadi kapten di 64 laga sebelum memutuskan pensiun dari timnas pada tahun 2002. Namun di sisi lain, Maldini merasa kecewa karena pencapaiannya kemarin tidak dilengkapi oleh hasil sempurna.
Maldini merasa seharusnya Milan pantas meraih kemenangan meski hasil imbang sudah mampu mengatrol posisi ke urutan empat klasemen sementara. "Malam ini saya mencapai penampilan ke-1000 dan itu adalah pencapaian impresif. Sayangnya kami gagal meraih tiga poin, namun ini biasa...selalu ada naik dan turun," katanya. Selama 23 tahun karirnya, Maldini sudah mengumpulkan lima gelar Piala Eropa dan tujuh gelar Serie A. Namun Maldini masih bernafsu untuk menutup karirnya dengan rekor sembilan kali tampil di final Piala Eropa tahun ini pada bulan Mei mendatang di Moskow, Rusia.
Namun sebelum ke sana, Milan masih harus menantang pimpinan klasemen Liga Premier, Arsenal, di babak 16 Besar. "Arsenal sudah menunggu kami, sang juara. Kami mungkin akan diperkuat kembali oleh beberapa pemain yang sempat cedera. Atmosfir di London nanti akan fantastis," pungkasnya.

0
Maldini Bukukan Penampilan ke-1.000

ROMA - Pertarungan antara AC Milan dan Parma pada lanjutan Serie A, ternyata meninggalkan tonggak sejarah bagi Paolo Maldini. Bek veteran itu memastikan penampilan ke-1.000 untuk klub dan Timnas Italia. Ketika itu, Maldini hanya bermain 68 menit sebelum digantikan Marek Jankulovski. Sejak menekuni sepakbola profesional, Maldini tercatat telah tampil dalam 861 pertandingan bersama Rossoneri dan 126 kali membela Gli Azzurri. Selain itu, dia pernah sekali memperkuat Italia pada olimpiade dan 12 pertandingan dengan Timnas Italian U-21. Ketika ditanyakan apa yang akan dilakukan setelah mencetak sejarah ini, Maldini terlihat bingung. "Setiap orang bertanya tentang itu, tapi saya tidak tahu jawaban dari pertanyaan tersebut," kata Maldini seperti dilansir sportinglife, Minggu (17/2/2008). "Artinya, saya masih memiliki beberapa bulan untuk menikmati petualangan ini. Saya akan menikmati ini hingga waktunya tiba. Saya berharap pertualangan ini akan berakhir di final Liga Champions," tegas Maldini. Sepanjang karirnya, Maldini telah membantu AC Milan memboyong tujuh gelar Serie A, lima gelar Liga Champion, satu Coppa Italia, satu juara dunia antarklub, lima Piala Super Eropa, dan lima Piala Super Italia. Dia juga membawa Timnas Italia merebut gelar juara dunia, dua tahun lalu. Sedangkan, debut bersama Milan dilakoni ketika Milan menghadapi Udinese, 20 Januari 1985. Dia mengemas 28 gol bagi Milan, tujuh gol untuk Italia dan lima gol untuk Timnas Italia U-21.


Prestasi Maldini bersama Milan:

Serie A: 1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004
Coppa Italia: 2003
Italian Super Cup: 1988, 1992, 1993, 1994, 2004
Liga Champions League: 1989, 1990, 1994, 2003, 2007
Piala UEFA: 1989, 1990, 1994, 2003, 2007
Intercontinental Cup: 1989, 1990
FIFA Club World Cup: 2007.

0
Milan Gagal Tembus 4 Besar

MILAN - AC Milan masih gagal menembus empat besar Serie A, karena hanya bermain imbang 0-0 melawan Parma, Minggu (17/2/2008) di Ennio Tardini. Milan masih tertinggal satu poin dengan penguasa posisi empat, Fiorentina. Milan baru mengumpulkan 37 poin hasil dari 10 kali menang, 7 seri dan lima kali kalah. Sementara Parma yang sedang berjuang lolos dari zona degradasi mengumpulkan poin 21 dari 23 kali bertanding. Suasana sedih kehilangan Ronaldo yang cedera berat, nampaknya masih mempengaruhi permainan tim asuhan Carlo Ancelotti.
Rossonerri Tampil tanpa diperkuat Clarence Seedorf dan Alexandre Pato yang masih bergelut dengan cedera. Tapi Kaka yang barus sembuh sudah bisa dimainkan. Serangan Milan terlalu mudah dipatahkan barisan pertahanan Parma yang digalang Fernando Couto dkk. Sebaliknya parma melalui Reginaldo malah mengancam gawang Zeljko Kalac.
Di babak kedua Ancelotti memasukan Andrea Pirlo dan Alberto Gilardino untuk menambah daya dobrak. Pirlo memang bisa membuat permainan Milan lebih berkembang dan kreatif. Namun, gol yang dinanti tak kunjung datang, hingga menit akahir laga kedudukan kacamata tidak berubah.

Susunan Pemain:

Parma: Bucci; Zenoni, Couto, Falcone, Castellini; Dessena, Morrone, Cigarini (Mariga 75), Pisanu; Reginaldo (Gasbarroni 64), C Lucarelli (Budan 64)

Milan: Kalac; Cafu, Nesta, Kaladze, Jankulovski (Maldini 70); Gattuso (Gilardino 46), Emerson, Ambrosini, Serginho (Pirlo 46); Kaka; Inzaghi

0
'Ronaldo Cedera karena Doping'

Brasilia - Cedera berulangkali melanda Ronaldo. Alasan di balik itu, klaim seorang mantan dokter tim Brasil, adalah karena pemain AC Milan tersebut rutin dicekoki doping ketika masih membela PSV Eindhoven. Adalah Bernando Santi yang melemparkan tudingan mencengangkan tersebut, usai Ronaldo sekali lagi dibekap cedera. Banyaknya cedera yang hinggap, menurut Santi, adalah karena steroid yang diberikan kepada penyerang Brasil itu sejak teken kontrak dengan PSV pada usia 17, pada tahun 1994 silam.
Bertujuan untuk membantu pertumbuhan fisik dengan pesat, otot Ronaldo lantas malah tak bisa tumbuh beriringan dengan struktur tulang lututnya. Itulah yang menyebabkan lahirnya serangkaian masalah. "Saya bicara dengan rekan di Belanda yang kenal dengan orang-orang di PSV. Saya tak berkesempatan bicara langsung dengan tim dokter PSV. Mereka memberikan suplemen kepada Ronaldo, yang saat itu sangat kurus, dan di antara suplemen tersebut ada substansi anabolik yang bisa mendongkrak pertumbuhan," beber Santi kepada harian Folha de Sao Paolo, yang diberitakan Goal, Sabtu (16/2/2008).
Santi tak ragu sedikitpun kalau hal itulah yang membuat Ronaldo jadi rentan cedera. "Itu adalah konsekuensi dari tumbuh melebihi kesiapan otot-ototnya. Dia mendapat massa otot dengan cepat, ketika dia belum lagi mencapai kedewasaan. Akibat dari penggunaan steroid muncul dalam jangka panjang, 10, 15, atau 20 tahun kemudian," terang dia. Semenjak membuat komentar tersebut, Santi sudah dipecat oleh CBF --PSSI-nya Brasil--. "CBF mempertimbangkan komentar itu tak pantas bagi pemain yang sedang melewati masa-masa rapuh," tutur juru bicara CBF, Rodrigo Paiva, kepada UOL Esporte.
Sementara itu legenda Brasil Socrates yang juga memiliki kualifikasi sebagai dokter, berargumen kalau problem Ronaldo memang diakibatkan akibat "perlakuan kejam" yang diterimanya pada awal karir. "Ada perbedaan antara massa otot Ronaldo dan otot tendon di lututnya. Kita semua melihat bagaimana Ronaldo tumbuh terlalu pesat di awal karirnya. Itu menghancurkan lututnya, selamanya," tegas Socrates.
February 16, 2008

0
Pato Berharap Tampil Lawan Arsenal

Milan - Penyerang belia AC Milan Alexandre Pato berharap segera sembuh dari cedera engkel yang dialaminya sehingga dapat bermain melawan Arsenal di babak 16 besar Liga Champions pekan depan. Pato mengalami cedera engkel ketika ia memperkuat Milan mengalahkan Fiorentina.
Padahal dalam laga itu Pato bermain gemilang dan mencetak gol semata wayang kemenangan I Rossoneri. "Saya ingin kembali bermain sesegera mungkin dan saya sudah menjalankan segala sesuatu yang tim medis katakan kepada saya. Engkel sudah jauh lebih baik," ujar Pato. Tenaga Pato memang sangat dibutuhkan pelatih Carlo Ancelotti karena sejak bergabung bersama Milan di bursa transfer Januari ini, pemain asal Brasil itu menjelma menjadi tumpuan Milan dalam mendulang gol. Bagi mantan punggawa
Sao Paulo itu sendiri bila nanti tampil melawan Arsenal maka laga tersebut merupakan partai debutnya di ajang Liga Champions. Pada kesempatan tersebut, Pato juga memberikan dukungan kepada seniornya, ujung tombak Ronaldo yang mengalami cedera lutut parah dan terancam pensiun dini. "Ronaldo merupakan fenomena. Seluruh dunia bersama dengannya saat ini," tukas Pato.
 
Blog Milanisti | AC Milan News Update | © 2011 by RedBlack | Supported by AC Milan Wallpaper