February 15, 2012

0
Allegri Bersiap 'Hancurkan' Momen Perpisahan Henry

Bookmark and Share  
MILAN - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, telah bersiap untuk menghadapi Arsenal dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di San Siro, Rabu (15/2/2012) waktu setempat. Bahkan, dia ingin "menghancurkan" impian perpisahan Henry dengan "The Gunners".
Pertandingan nanti malam merupakan pertandingan terakhir Henry sebelum kembali ke klub asalnya, New York Red Bulls, sesaat sebelum akan dimulainya Major League Soccer (MLS), liga tertinggi di Amerika Serikat, musim ini. 
Henry telah membuat momen perpisahan yang manis di Premier League usai mencetak gol di injury time babak kedua ke gawang Sunderland. Dia membawa Arsenal pulang dengan tiga poin kemenangan dari markas Sunderland, Stadium of Light, hari Minggu lalu. Allegri tak ingin "King Henry", begitu julukan publik Emirates untuk Henry, melakukan hal serupa di Liga Champions. 
"Dia (Henry) telah meninggalkan kesan yang baik di pertandingan terakhirnya di Inggris. Saya hanya ingin memastikan dirinya tak akan melakukannya terhadap kami," ungkap Allegri seperti dilansir oleh The Sun. Allegri kemudian menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih berhati-hati dalam pertandingan nanti. Pasalnya, Milan memiliki rekor buruk saat berhadapan denga klub asal Inggris. 
Mereka terakhir menang 2007 silam saat mengalahkan Liverpool. Sisanya, seperti saat menghadapi Arsenal, Manchester United, dan Tottenham Hotspur, mereka selalu gugur dari fase knock-out (babak gugur). "Saya yakin dapat melewati ini. Kami akan bermain sangat hati-hati. Arsenal memiliki penyerang yang berbahaya, Henry dan Robbin van Persie," tuturnya.

sumber : kompas.com

0
Jelang AC Milan vs Arsenal "Bikin Kesalahan, Milan Tamat"

Bookmark and Share   
MILAN - Bek AC Milan Thiago Silva mengingatkan rekan-rekannya untuk ekstra fokus saat meladeni tantangan Arsenal di San Siro, dini hari nanti. Menurutnya, kunci lolos atau tidaknya Milan ada di laga kandang. 
I Rossoneri bakal menjamu The Gunners pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (16/2/2012) dini hari nanti. Stigma buruk menyusul kegagalan menyaingi tim Inggris di tiga dari empat edisi terakhir Liga Champions, membayangi Milan. 
Untuk itu, Silva menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk Milan mematahkan mitos tersebut. Apalagi, lawan yang dihadapi ‘Iblis Merah’ nanti adalah Arsenal, klub yang sempat mengeliminasi Milan, empat tahun silam. Diakui Silva, rekan-rekannya ingin menuntut balas atas kekalahan tersebut. 
Namun, ada syarat yang menurut Silva harus mampu dilakukan koleganya jika ingin mengamankan tiket perempat final atau paling tidak memudahkan tugas bertandang ke markas ‘Gudang Peluru’ pada leg kedua 7 Maret mendatang. 
Silva meyakini, laga di Emirates tidak akan mudah buat Milan. Maka dari itu, bek timnas Brasil ini meminta rekan-rekannya memanfaatkan betul laga kandang, dini hari nanti, untuk meraih kemenangan. Tak hanya itu, menjaga gawang tidak kebobolan merupakan syarat lain yang diyakininya bisa membuat Milan lolos. “Jika kami melakukan kesalahan di kandang, maka kami akan tamat,” ujar Silva sebagaimana dikutip situs resmi UEFA, Rabu (15/2/2012). 
“Saat anda menghadapi tim yang bagus, biasanya anda akan lebih termotivasi. Jelas, pertandingan nanti akan berlangsung ketat dan berkualitas. Saya berharap, kami bisa menampilkan performa terbaik kami dan lolos ke babak berikutnya,” pungkas bek 27 tahun ini.

sumber : okezone.com

0
Jelang AC Milan vs Arsenal : Mereka yang Berpeluang Jadi "Senjata Rahasia"

Bookmark and Share   
MILAN - Duel AC Milan kontra Arsenal di babak 16 besar Liga Champions, dini hari nanti, pastinya bakal menyita perhatian publik dunia. Sorotan pun tertuju pada dua bomber andalan masing-masing tim, Zlatan Ibrahimovic dan Robin van Persie.
Mengingat performa apik kedua pemain sepanjang musim ini, wajar jika banyak kalangan memprediksi laga leg pertama di San Siro, Kamis (16/2/2012) dini hari nanti (Siaran langsung RCTI mulai pkl 02:30) bakal jadi panggung adu tajam Ibra dan Van Persie.
Sejauh ini, Ibra dan Van Persie merupakan bomber yang diandalkan kedua klub. Ibracadabra sepanjang musim ini masih tercatat sebagai top skor I Rossoneri dengan raihan 15 gol di Serie A dan 4 gol di Liga Champions. Sementara Van Persie, sejauh ini bomber kidal Belanda ini juga tercatat sebagai jaminan gol The Gunners.
Di Premier League, Van Persie merupakan top skor sementara dengan 22 gol, sedangkan di Liga Champions, Van Persie menguntit Ibra dengan lesakkan 3 gol. Dengan performa mengkilap keduanya, jelas Ibra dan Van Persie bakal mendapat pengawalan ketat dari bek lawan di pertandingan nanti.
Nah, jika itu terjadi dan baik Ibra maupun Van Persie tidak mampu memberikan kontribusi nyata, lantas siapa pemain yang berpotensi jadi ‘senjata rahasia’ di kedua kubu?

Kita mulai tuan rumah, AC Milan:

Alexandre Pato: Bomber asal Brasil ini belakangan dikabarkan telah pulih dari cedera otot yang membekapnya. Meski belum pasti bermain, namun jika pelatih Massimiliano Allegri memainkannya, Pato jelas jadi ancaman.

Bomber berjuluk Si Bebek ini sempat membuktikannya ketika mencetak gol cepat ke gawang Barcelona di penyisihan Grup. Di musim ini, Pato telah mengemas dua gol dari tiga laga.

Stephan El Shaarawy: Bomber 19 tahun berdarah Mesir ini mulai menunjukkan kualitasnya sebagai pemain dengan prospek cerah. Direkrut dari Genoa pada awal musim ini, El Shaarawy mampu membuktikan kualitasnya dengan mencetak dua gol.

Teranyar, bomber berjuluk El Pharaos ini mencetak gol kemenangan Milan saat bertandang ke markas Udinese di Serie A, akhir pekan kemarin. El Shaarawy mungkin bisa jadi solusi Allegri, jika Ibra, Robinho atau Pato tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Pastinya, motivasi El Shaarawy juga berlipat karena mendapat kesempatan memainkan debutnya di Liga Champions.

Arsenal:

Thierry Henry: Bomber pinjaman 34 tahun ini pastinya akan berupaya memberikan yang terbaik sebagai kado perpisahan dengan Arsenal. Ya, laga kontra Milan bakal menjadi penampilan terakhir Henry berkostum The Gunners. Usai pertandingan, Henry akan kembali ke klubnya New York Red Bulls.

Di laga terakhirnya di Premier League, Henry sudah memberikan kado manis berupa gol yang memberikan poin untuk Arsenal sehingga sukses mengkudeta Chelsea di peringkat empat klasemen sementara. Dari enam laga yang dijalaninya selama menjalani masa pinjaman, Henry mampu melesakkan tiga gol.

Alex-Oxlade Chamberlain: Gesit dan punya kualitas mumpuni. Itulah sedikit gambaran terkait permainan Alex-Oxlade Chamberlain, pemain muda Arsenal. Jika dimainkan, winger yang baru berusia 18 tahun ini berpotensi besar mengancam barisan belakang Milan dengan kecepatannya.

Di musim pertamanya bersama Arsenal, Chamberlain sudah mampu mengemas dua gol dari enam laga. Sementara di Liga Champions, Chamberlain juga sudah memainkan dua laga dan menyumbang satu gol. 


sumber : okezone.com

0
Zlatan Ibrahimovic Kunci AC Milan Kontra Arsenal

Bookmark and Share   
MILAN - Zlatan Ibrahimovic diprediksi Massimo Taibi bakal menjadi penentu sukses tidaknya AC Milan saat menjamu Arsenal di perdelapan-final leg I Liga Champions, Rabu (15/2) malam. 
Bomber raksasa Swedia itu dicap sebagai bintang yang kerap flop justru di laga-laga besar, tetapi Taibi memandang Ibra tetap punya kapasitas sebagai kunci Rossoneri meraih hasil positif di San Siro.  
"Kalau sedang harinya Ibra dan dia bermain sesuai kemampuannya yang kita ketahui, dia bisa menyebabkan krisis di lini belakang Arsenal," kata mantan penjaga gawang Milan.  
"Sektor itu, faktanya, adalah titik lemah tim asuhan Arsene Wenger itu dan saya pikir Arsenal harus takut pada kekuatan serangan Milan ketimbang sebaliknya meski Robin van Persie tengah dalam performa luar biasa." "Ibra adalah pemain krusial bagi Rossoneri saat dia 100 persen," jelas Taibi.

sumber : goal.com

0
Jelang AC Milan vs Arsenal Ibra di Mata Wenger

Bookmark and Share   
MILAN – Ada satu pemain AC Milan yang patut diwaspadai Arsene Wenger jelang lawatannya ke San Siro dini hari nanti di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Dia adalah Zlatan Ibrahimovic.  
Ibra memang akan menjadi ancaman di lini belakang Arsenal dan itu diakui oleh Wenger yang menganggap bahwa Ibra bukan pemain biasa. Bahkan Wenger merasakan itu sejak pemain berjuluk Ibracadabra itu masih memperkuat Barcelona pada musim 2009-2010 silam.  
Wenger masih ingat dengan jelas, kala Ibra mencetak dua gol ke gawang Arsenal pada perempat final Liga Champions musim 2009-2010 lalu.  Penyerang Internasional Swedia itu juga memiliki musim yang mengesankan bersama Milan saat ini. Dia telah mencetak 15 gol dari 19 penampilannya bersama Rossoneri. 
Sementara di Liga Champions, Ibra juga top skor Milan dengan lesakkan 4 gol.  “Dia pemain hebat. Jika anda melihat rekornya, dari apa yang dia menangkan, dia mempunyai kepribadian sendiri dengan kepercayaan diri yang kuat,” ujar Wenger seperti disitat Goal, Rabu (15/2/2012).  
“Dia (Ibra) memiliki kualitas pada level teratas yang terkadang bisa terlihat dari sikapnya yang percaya diri di lapangan. Tapi saya tidak memikirkannya, karena itu akan muncul dengan penampilannya di pertandingan besar seperti ini,” sambungnya.  
Wenger juga mengakui bahwa Ibra pernah ditaksirnya ketika Ibra masih menjadi pemain Ajax Amsterdam. Wenger juga yakin pada saat itu, karier Ibra bakal sesukses sekarang ini.

sumber : OKEZONE.com

0
Clarence Seedorf Masih Ingin Ke Liga Primer Inggris

Bookmark and Share  
MILAN - Gelandang veteran AC Milan Clarence Seedorf mengakui dirinya masih ingin hijrah ke Liga Primer Inggris sebelum memutuskan untuk pensiun.  
"Saya selalu terbuka untuk petualangan baru. Saya selalu menginginkan bermain di Inggris dan saya tidak tahu kenapa hal tersebut tidak pernah terjadi," tetap segalanya dapat terjadi di masa depan," ujar Seedorf kepada MilanNews.it.  
Sementara itu, mengenai Arsenal yang akan dihadapi Milan dini hari nanti (16/02). Seedorf menyatakan Arsenal tidak boleh diremehkan meskipun mereka tidak konsisten di liga domestik. 
"Arsenal adalah tim yang tidak dapat diprediksi, mereka berhasil mengalahkan tim besar seperti Chelsea, lalu kalah menghadapi tim kecil, itu benar-benar menjadi salah satu karakteristik mereka, tetapi kami tidak boleh meremehkan mereka," ujarnya.

sumber : goal.com
February 14, 2012

2
Boateng Bersinar Lagi Berkat Jauhi Dugem

Bookmark and Share  
MILAN - Setelah redup sinarnya di London, Inggris, Kevin Prince Boateng bersinar lagi bersama AC Milan di Italia. Itu terjadi setelah Boateng tak lagi menjadi tukang dugem. 
Setelah membela Hertha Berlin dari awal kariernya, Boateng hijrah ke Inggris setelah direkrut Tottenham Hotspur pada tahun 2007. Spurs saat itu tertarik dengan Boateng yang digadang-gadang sebagai pemain muda berbakat. Di Spurs, karier pemain internasional Ghana kelahiran Jerman tersebut justru meluncur turun. 
Sempat dipinjamkan ke Borussia Dortmund, ia akhirnya hijrah ke Portsmouth pada tahun 2009. Semusim di klub tersebut, nasib membawanya ke Milan. Di sinilah Boateng lantas bersinar lagi dan menjadi salah satu pemain andalan Rossoneri di lini tengah. "Tottenham tidak memberiku peluang (bermain) dan aku tidak fokus kepada pekerjaanku. 
Tapi masalah-masalah ini sudah membuatku menjadi pemain dan orang yang lebih baik," aku Boateng mengenang masa-masa sulitnya, seperti dikutip The Sun. Ia lantas menyebut, kegemarannya mengarungi dunia malam sama sekali tidak membantu usahanya dalam mendapatkan kesempatan bermain lebih besar. "Aku jadi pemurung karena aku jarang bermain dan aku terus-terusan dugem ke klub malam dan semua omong kosong itu," akunya terus terang. 
Pada prosesnya, ia mendapatkan pencerahan dan bertekad menjauhi dugem dan lebih memanfaatkan waktunya untuk berkonsentrasi kepada sepakbola. Itulah momen titik balik untuknya. "Itu seperti dalam film. Aku melihat cermin dan bilang, 'Apa yang kau inginkan? Mau keluar setiap malam dengan teman-temanmu? Lebih penting mana?' Aku menjawab, 'Aku ingin jadi pemain hebat'. 
Aku banyak melihat banyak pemain yang seperti bintang jatuh. Itu bisa saja diriku." "Seorang temanku adalah pemain berbakat di Hertha Berlin. Tapi suatu hari aku memesan pizza dan ia yang mengantarkannya. Aku tidak ingin diriku jadi seperti itu," paparnya. 
Di usia yang baru 24 tahun, Boateng juga selalu menegaskan kepada dirinya untuk tidak lekas berpuas diri karena rasa cepat puas itulah yang malah bisa menjerumuskannya seperti perjalanan karier rekannya yang kini jadi pengantar pizza.  
"Hal seperti itu bisa terjadi mungkin karena Anda berpikir, 'Aku sudah sukses, aku sekarang pemain hebat.' Aku juga pernah berpikir seperti itu. Wajar (memikirkannya) saat masih muda, tapi Anda harus tahu cara menanganinya," simpul Boateng bijak.

sumber : detiksport.com

0
Agen: Maxi Lopez Siap Perkuat Italia

Bookmark and Share   
MILAN - Meski sempat mengalami masa-masa suram dalam kariernya, Maxi Lopez disebut agen Andrea D'Amico selalu percaya bakal mampu menampilkan kembali performa terbaik.  
 Terbukti, setelah gagal di Barcelona (2005-2007) yang membelinya dari River Plate, Lopez sempat melanglang buana ke FC Moskwa, juga sempat menjalani masa pinjaman di Mallorca serta Gremio sebelum mendarat di Catania pada 2010.  
Di klub Serie A itulah penyerang Argentina itu akhirnya tampil bagus sehingga menarik perhatian AC Milan yang meminjamnya pada jendela transfer Januari. Pemain 27 tahun itu pun memamerkan kemampuan bersama I Rossoneri ketika mengalahkan Udinese 2-1 weekend kemarin. 
Turun menggantikan Antonio Nocerino dalam keadaan Milan tertinggal 1-0, Lopez mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-77 sebelum mengirim assist untuk gol penentu Stephan El Sharaawy.  Hasil tersebut mengantarkan pasukan Massimiliano Allegri nangkring kembali di puncak klasemen Serie A, menyalip Juventus yang punya dua laga simpanan. 
"Dia yakin akan kembali ke level tersebut. Dia ingin bergabung dengan tim besar, menginginkan AC Milan dan selalu ingin bermain untuk tim ini," ucap D'Amico dilansir Tribalfootball."Dia punya paspor ganda. Walau pernah bermain bersama Argentina U-20, hal tersebut tak akan menghalanginya untuk memilih Italia." 
Ketika kesempatan itu diajukan dia menunggu, sabar, dan akhirnya mendapat ganjarannya," tambah D'Amico menjelaskan proses kepindahan yang tertunda karena Milan sempat ngotot mengejar Carlos Tevez. "Meskipun masih berada di awal petualangan ini, kami dapat mengatakan bahwa semua itu tak sia-sia dijalani." 
Sang agen juga mengungkapkan preferensi tim nasional yang ingin dibela kliennya. Lopez pernah berseragam Argentina U-17 dan U-20, namun sama sekali tak mendapat kesempatan beraksi di tim senior. Bermodalkan paspor Italia yang juga digenggamnya, D'Amico menegaskan Lopez siap mengiyakan tawaran memperkuat Gli Azzurri andai kesempatan tersebut menghampiri.

sumber : goal.com

1
Jamu Arsenal, Punggawa AC Milan Pulih Dari Cedera

Bookmark and Share   
MILAN - AC Milan mendapat kabar baik dari meja perawatan, beberapa hari menjelang laga 16 Besar Liga Champions melawan Arsenal, Kamis (16/2) dini hari WIB. 
Sejumlah pemain yang cedera mulai kembali latihan penuh sejak Senin (13/2).  Sebut saja Kevin Prince Boateng, Alexandre Pato, Alessandro Nesta dan Christian Abbiati sudah terlihat menjalani latihan di Milanello, demikian dilansir Football Italia 
Empat punggawanya tersebut absen ketika Milan menang 2-1 atas Udinese, bersama sembilan pemain lainnya akibat dibekap cedera. Kehadiran empat pemain di sesi latihan memudahkan allenatore Massimiliano Allegri dalam memilih pemain kontra Arsenal.  
Mathieu Flamini dan Sulley Muntari juga dikabarkan akan memulai latihan, Selasa (14/2), tapi keduanya tidak akan diturunkan saat menjamu The Gunners di San Siro karena tidak terdaftar dalam skuad Liga Champions.  Musim lalu, Rossoneri harus tersingkir di babak yang sama dari tim rival Arsenal, Tottenham Hotspur.

sumber : goal.com

0
Alessandro Nesta, Alexandre Pato & Kevin-Prince Boateng Mulai Berlatih

Bookmark and Share   
MILAN - Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mendapat kabar bagus jelang pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions lawan Arsenal pada pertengahan pekan ini. 
Alexandre Pato, Kevin-Prince Boateng, dan Alessandro Nesta sudah kembali berlatih. Ketiga pemain tersebut tampaknya sudah siap diturunkan dalam pertandingan yang akan berlangsung di San Siro. 
Kehadiran ketiganya bisa memberikan motivasi ekstra untuk bisa mengalahkan wakil Inggris itu.  Pato sebelumnya mengalami cedera otot saat Rossoneri menang 2-1 atas Novara di Coppa Italia pada Januari lalu. Boateng juga sempat mengalami cedera saat Milan kalah dari Inter, sehingga harus absen selama tiga pekan. Sementara Nesta juga mengalami cedera jelang pertandingan lawan Napoli pada awal bulan ini. Ia sudah absen di tiga pertandingan terakhir.

sumber : goal.com
 
Blog Milanisti | AC Milan News Update | © 2011 by RedBlack | Supported by AC Milan Wallpaper