September 15, 2008

0
Milan dalam tekanan besar

MILAN - Mengakhiri dua laga dengan dua kekalahan, jelas bukan hasil yang bagus buat klub sebesar AC Milan. Tekanan pun kini tengah menghantui Rossoneri. Mari kita lihat ambisi Milan menghadapi musim ini. Musim lalu, satu-satunya trofi yang mampir ke lemari koleksi mereka hanyalah Piala Dunia Antraklub. Selebihnya, berbagai trofi bergengsi seperti Scudetto dan Liga Champions gagal dijangkau.
Amunisi baru untuk memperkuat skuad pun didatangkan. Mulai dari memboyong Ronaldinho hingga memulangkan kembali Andriy Shevchenko dilakukan. Mereka juga mulai melakukan peremajaan tim dengan mendatangkan pemain semisal Mathieu Flamini dan Philippe Senderos--nama terakhir datang dengan status pinjaman. Lalu, dengan berbagai perbaikan mutu skuad tersebut, di mana salahnya hingga mereka menelan dua kali kekalahan? Saat ditekuk Bologna 1-2, skuad Milan memang belum lengkap. Kaka, protagonis mereka, tengah cedera tak bermain saat itu.
Namun, mereka kembali kalah di pekan kedua--0-2 di tangan Genoa--dengan tim yang berisikan Kaka, Ronaldinho, dan Shevchenko. Jadi? Banyak yang menyebut bahwa semuanya merupakan tanggung jawab sang allenatore, Carlo Ancelotti. Pria yang akrab disapa Carletto itu bukan tak mungkin akan diberhentikan dari jabatannya jika Milan tak berhenti menuai hasil buruk. "Dia memang belum terancam dipecat, tapi ia sebaiknya berhenti kalah," ujar Vice President Adriano Galliani kepada AFP. Dengan ucapan yang memiliki makna tersirat itu, bisa dibayangkan bahwa karir Ancelotti kini tengah berada dalam ancaman.
Nasib Ancelotti sebenarnya juga sama dengan Milan, sama-sama dalam tekanan. Akibat kalah dua kali, Il Diavolo Rosso kini tengah menghuni zona degradasi. Tepatnya, mereka kini berada di posisi 19. Ya, kalau sudah begini Milan dan Ancelotti memang sebaiknya berhenti untuk kalah.

0 komentar:

 
Blog Milanisti | AC Milan News Update | © 2011 by RedBlack | Supported by AC Milan Wallpaper