Brasil - Pelatih Brasil Carlos Dunga merasa yakin kalau Alexandre Pato dapat menyamai Ronaldo setelah penyerang belia AC Milan itu menandai debut internasionalnya dengan sebuah gol kemenangan ke gawang Swedia. Pato baru membuat debutnya bagi Milan pada dua bulan yang lalu namun telah dianggap sebagai talenta paling fenomenal. Ia menegaskan potensinya dengan mencetak gol kemenangan saat Brasil mengalahkan Swedia 1-0 di Emirates Stadium. Penyerang berusia 18 tahun itu baru tampil selama 12 menit sebagai pemain pengganti ketika ia memanfaatkan kesalahan Rami Shaaban dengan tendangan dari sudut sempit. Ronaldo, pahlawan Brasil di Piala Dunia 2002, pernah bermain bersama Dunga di awal karirnya dan Dunga yakin Pato memiliki kemampuan serupa dengan Ronaldo, yang berada satu klub dengan Pato. "Ia memiliki gaya permainan Ronaldo di usianya. Keduanya senang dilibatkan dan berusaha melakukan apa yang anda perintahkan. Anda harus memberikan ruang bagi para pemain seperti mereka untuk bermain kreatif," ujar Dunga. "Saya tidak merasa ia adalah talenta biasa. Terdapat beberapa pemain yang dapat membuat perbedaan besar dan ia adalah salah satunya. "Ia telah berkembang pada saat dirinya berada di Italia dan telah tampil bagus di Milan. Ia masih sangat muda namun rendah hati, sederhana dan pekerja keras. "Ia mencetak gol penting. Dengan melakukan ini di laga pertamanya maka akan memberikannya kepercayaan diri," tambahnya. Apabila Pato banyak mendapat pujian dari penonton, hal bertolak belakang diterima oleh Anderson, yang masuk di saat yang bersamaa dengan Pato. Gelandang Manchester United tersebut mendapat ejekan dari sejumlah penonton yang dipastikan merupakan pendukung Arsenal manakala dirinya memegang bola. Dunga terkesan dengan cara Anderson menghadapi ejekan tersebut. "Ia bermain bagi MU dan oleh karena itu terdapat sejumlah penonton yang merasa sakit hati. Ia telah menunjukkan kepribadiannya dan memperlihatkan kalau dirinya tidak terpengaruh sama sekali," ujar Dunga.March 27, 2008
0
Pato Dapat Samai Ronaldo
Brasil - Pelatih Brasil Carlos Dunga merasa yakin kalau Alexandre Pato dapat menyamai Ronaldo setelah penyerang belia AC Milan itu menandai debut internasionalnya dengan sebuah gol kemenangan ke gawang Swedia. Pato baru membuat debutnya bagi Milan pada dua bulan yang lalu namun telah dianggap sebagai talenta paling fenomenal. Ia menegaskan potensinya dengan mencetak gol kemenangan saat Brasil mengalahkan Swedia 1-0 di Emirates Stadium. Penyerang berusia 18 tahun itu baru tampil selama 12 menit sebagai pemain pengganti ketika ia memanfaatkan kesalahan Rami Shaaban dengan tendangan dari sudut sempit. Ronaldo, pahlawan Brasil di Piala Dunia 2002, pernah bermain bersama Dunga di awal karirnya dan Dunga yakin Pato memiliki kemampuan serupa dengan Ronaldo, yang berada satu klub dengan Pato. "Ia memiliki gaya permainan Ronaldo di usianya. Keduanya senang dilibatkan dan berusaha melakukan apa yang anda perintahkan. Anda harus memberikan ruang bagi para pemain seperti mereka untuk bermain kreatif," ujar Dunga. "Saya tidak merasa ia adalah talenta biasa. Terdapat beberapa pemain yang dapat membuat perbedaan besar dan ia adalah salah satunya. "Ia telah berkembang pada saat dirinya berada di Italia dan telah tampil bagus di Milan. Ia masih sangat muda namun rendah hati, sederhana dan pekerja keras. "Ia mencetak gol penting. Dengan melakukan ini di laga pertamanya maka akan memberikannya kepercayaan diri," tambahnya. Apabila Pato banyak mendapat pujian dari penonton, hal bertolak belakang diterima oleh Anderson, yang masuk di saat yang bersamaa dengan Pato. Gelandang Manchester United tersebut mendapat ejekan dari sejumlah penonton yang dipastikan merupakan pendukung Arsenal manakala dirinya memegang bola. Dunga terkesan dengan cara Anderson menghadapi ejekan tersebut. "Ia bermain bagi MU dan oleh karena itu terdapat sejumlah penonton yang merasa sakit hati. Ia telah menunjukkan kepribadiannya dan memperlihatkan kalau dirinya tidak terpengaruh sama sekali," ujar Dunga.Debut Yahud Pato
London - Alexandre Pato sudah langsung nyetel di awal karirnya dengan AC Milan. Begitu pula di level internasional. Pemain berusia 18 tahun itu punya debut yang yahud dengan tim senior Brasil. Pato mencetak gol semata wayang dalam pertandingan ujicoba antara Brasil versus Swedia di Emirates Stadium, London, Inggris, Kamis (27/3/2008) dinihari WIB tadi, yang membuat "Samba" menang 1-0. Itulah gol perdana Pato dalam laga internasional pertamanya di level senior. Artinya, ia mampu mendulang gol dalam partai debutnya, sama seperti ketika ia melakukannya di Milan. Pada 13 Januari lalu, diturunkan untuk pertama kalinya oleh Rossoneri di pertandingan kompetitif, Pato mengukir satu gol untuk Milan saat menekuk Napoli 5-2. Hingga kini ia telah mengemas tujuh gol di Seri A, setara dengan Alberto Gilardino dan hanya kalah tiga gol Kaka. Sama halnya dengan gol pertamanya di Milan, Pato juga menghasilkan gol internasional pertamanya saat dimainkan sebagai pemain pengganti. Dimasukkan di babak kedua, ia menjebol gawang Swedia saat usia permainannya baru 12 menit. Memanfaatkan kesalahan kiper Rami Shaaban, ia mencocor jala lawan dengan tendangan lengkung di sektor kanan pertahanan "Viking Kuning". "Dia punya style Ronaldo di usia muda. Mereka selalu aktif dan mencoba melaksanakan apa yang Anda (pelatih) instruksikan. Anda harus memberi pemain-pemain seperti itu ruang untuk kreatif," puji pelatih Brasil Dunga seusai pertandingan. "Saya tidak berpikir dia seorang talenta normal. Ada beberapa orang yang bisa membuat sebuah perubahan besar, dan dia salah satunya," sambung Dunga seperti dikutip AFP. Ditambahkan kapten Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994 itu, Pato semakin berkembang sejak berkarir di Eropa (Milan).Apalagi ia dinilai sosok anak muda yang rendah hati dan selalu bekerja keras. Pato pun dipastikan Dunga akan ia bawa ke Olimpiade Beijing pertengahan tahun ini. "Dia sudah siap. Olimpiade adalah sebuah kesempatan besar untuk dia." Pertandingan Brasil vs Swedia juga dimaksudkan sebagai peringatan 50 tahun final pertama Brasil di Piala Dunia. Di tahun 1958 mereka mengalahkan Swedia dengan skor 5-2, yang mana menjadi momentum pertama Pele menjadi seorang super star.Milan Tak Butuh Striker Baru
Milan - Selain lini pertahanan, barisan depan AC Milan adalah yang paling butuh perubahan besar. Tapi menurut Filippo Inzaghi, Rossoneri tak butuh membeli striker baru musim depan. Takut tersingkir? Cedera yang mendatangi Ronaldo plus rataan mencetak gol yang sangat minim sudah selayaknya membuat Milan mencari striker baru musim depan. Kalau kemudian muncul isu akan datangnya Emmanuel Adebayor, Didier Drogba sampai Dimitar Berbatov itu tentu bisa dipahami. Tapi Inzaghi justru punya pendapat lain karena dia kurang setuju dengan rencana mendatangkan penyerang anyar. Menurutnya Carlo Ancelotti lebih baik memaksimalkan potensi yang ada di San Siro karena mereka masih memiliki Alexandre Pato dan Alberto Paloschi, selain Alberto Gilardino yang masih dalam usia emas. "Menurut saya Milan hanya butuh beberapa modifikasi kecil musim panas ini. Tak harus ada revolusi terutama di lini depan. Kami punya Pato, Gilardino dan Paloschi yang terjamin di sini," usul Pippo di Channel4. Secara eksplisit penyerang 34 tahun itu juga menyarankan Milan untuk membawa pulang Marco Boriello yang bersinar di Genoa dengan 17 gol yang sudah dicetaknya. Saat ini Boriello berstatus milik bersama Milan dan Genoa. "Dia tampil bagus di Genoa dan saya tak akan bermasalah jika dia dipanggil. Dia kuat, bertenaga dan berkembang pesat musim ini. Saya ulangi, saya tak ingin penyerang asing. Milan memiliki pemain terkuat dibanding klub lain dan mereka hanya butuh kepercayaan diri," tutup striker yang baru mencetak satu gol di Seri A musim ini. Dari 30 laga di Seri A musim ini Milan sudah mencetak 44 gol, sementara dalam enam pertandingan terakhir di bulan Maret baru tujuh kali mereka merayakan selebrasi gol.
Label:
News Update
Milan Siap Datangkan Ruudtje
MILAN - AC Milan tengah bersiap menunggu kedatangan bomber Real Madrid, Ruud van Nistelrooy pada musim panas mendatang. Kabar ini dilancarkan berbagai sumber yang bisa dipercaya di Italia. Ruudtje adalah pemain yang menjadi target utama Rossoneri musim panas ini.Tim itu kabarnya telah menawarkan tujuh juta euro kepada Madrid, dan kontrak tiga tahun buat pemain Belanda tersebut. Selain Ruudtje, Milan sebelumnya sempat mempunyai beberapa alternatif pemain yang akan diboyong. Beberapa di antaranya adalah, Didier Drogba, Emmanuel Adebayor, Dimitar Berbatov, dan Mario Gomez. Tapi pada akhirnya Milan memutuskan untuk memboyong Ruudtje, dibandingkan para pemain di atas.
Goal, Kamis (27/3/2008), melansir bahwa Ruudtje akan disandingkan dengan pemain muda brilian Brasil, Alexandre Pato. Madrid sendiri memang berniat untuk melepaskan salah satu bintangnya tersebut. Itu dimungkinkan karena klub ibukota itu telah mempunyai penggantinya, Didier Drogba. Ruudtje hampir bergabung di San Siro pada 2006 sebelum memutuskan bergabung dengan Real Madrid dari Manchester United.
Label:
Bursa Transfer
March 26, 2008
Jangan Samakan Pato dengan Ronaldo & Pele
Kini ia bersiap melakukan debutnya bersama Brasil saat uji coba melawan Swedia di Emirates Stadium, London besok. "Ini saat yang khusus. Masuk Selecao adalah impian anak-anak Brasil ketika mulai bermain bola," ungkap Pato seperti dilansir Goal. Pemain berusia 18 tahun ini memang disebut-sebuat sebagai "New Fenomeno", yang sebelumnya disandang oleh Ronaldo. Meski demikian, striker yang bernama lengkap Alexandre Rodrigues da Silva itu tak suka dengan julukan tersebut.
"Tinggalkan kata-kata seperti fenomenal. Saya masih harus memberi pembuktian." Bukan hanya itu, Pato juga jengah disamakan dengan Pele. Dia menyatakan dirinya tidak pantas disejajarkan dengan legenda hidup Brasil yang bermain sensasional saat menghadapi tuan rumah Swedia saat final Piala Dunia 1958 itu. "Pele adalah sejarah sepakbola. Namun mari kita tanggalkan perbandingan (dengannya), bisa kan?" ujar striker muda Milan ini.
March 25, 2008
Pato Optimis Milan ke Liga Champions
MILAN - AC Milan terancam tidak tampil di Liga Champions musim depan. Namun Alexandre Pato optimis Milan akan berada di posisi keempat Serie A atau peringkat terakhir bagi klub yang berhak ke Liga Champions. Pekan lalu, Rossonerri sukses membukukan kemenangan 1-0 atas Torino dalam lanjutan kompetisi Serie A.Praktis, kemenangan ini membuat kepercayaan diri Pato meningkat. Pasalnya, pasukan Carlo Ancelotti itu hanya tercecer empat poin dari peringkat keempat Fiorentina. Rossonerri mengumpulkan 59 angka, sedangkan Fiorentina 63 poin. "Saya optimis dan yakin bahwa Milan akan lolos ke Liga Champions musim depan," tegas pemain asal Brasil itu seperti dikutip AP, Selasa (25/3/2008).
Pato berhasil mencetak gol kemenangan Milan pada turnamen itu. Namun pemain muda berusia 18 tahun itu memuji permainan rekan setimnya Alberto ?Gila' Gilardino. "Anda harus memberikan kredit khusus kepada Gilardino," pujinya dengan singkat.
March 24, 2008
Milan Rela Tukar Gila Dengan Montolivo
MILAN - Klub raksasa Italia, AC Milan terus memburu para pemain muda untuk meremajakan squadnya musim depan. Satu nama pemain yang baru-baru ini jadi target Milan adalah Ricardo Montolivo. Gelandang Fiorentina ini diproyeksikan manajemen I Rossonneri, sebagai pemain yang paling cocok untuk mengisi lini tengah Milan. Seperti kita tahu pemain-pemain seperti Gennaro Gattusso dan Emerson telah termakan usia dan kerap kedodoran saat meladeni permainan cepat yang diperagakan lawan. Montolivo dikenal sebagai pemain yang seimbang, baik dalam bertahan maupun menyerang. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan yang bagus dalam membaca permainan dan melepas umpan-umpan akurat. Selain kemampuan di atas, usia mantan pemain Atalanta ini juga masih terbilang belia (23 tahun), sehingga Milan takkan merugi memboyongnya.
Sebab, ia dapat memberikan kontribusinya untuk jangka waktu yang panjang. Menurut Lansiran Tribalfootball, Senin (24/3/2008), manajemen Il Diavollo sangat berhasrat untuk mendapatkan pemain yang disebut-sebut sebagai the next Andrea Pirlo di Milan. Bahkan untuk dapat mewujudkan ambisinya ini, Milan rela menukarnya dengan striker Alberto Gilardino yang mulai tak betah, karena merasa tersisih dengan kehadiran striker penuh talenta Alexandre Pato, yang selalu menjadi pilihan utama Carlo Ancelotti di lini depan I Rossoneri. Akankkah semua ini terwujud? Yang pasti pelatih La Viola, Cesare Prandelli tak pernah keberatan menampung Gila yang notabene adalah anak asuhnya di FC Parma. Namun, apakah ia rela menukarnya dengan Montolivo? Menarik untuk melihat kelanjutannya.
Label:
Bursa Transfer
Seedorf Kesal Milan Terus Dipojokkan
MILAN - Kritikan yang terus mendera AC Milan membuat Clarence Seedorf kesal. Dia menghantam balik kritikan itu dengan menyatakan jika klubnya masih tetap yang terbaik di Eropa maupun dunia saat ini. "Saya tidak mengerti dengan semua kritikan ini. Saya ingin tegaskan hingga tiga bulan lalu AC Milan masih menjadi klub terbaik di dunia.Tapi kami memang terlalu cepat berpuas diri," tegasnya seperti dikutip Tribalfootball, Senin (24/3/2008). Sebagian besar kritikan datang dari prestasi Milan di pentas domestik. Tersisihnya Rossonerri dari Liga Champions juga menjadi penyulut berbagai kecaman terhadap klub berusia 109 tahun itu.
Seedorf meminta semua pihak yang menyerang timnya untuk melihat fakta dari dua sisi. "Wajar jika kami sangat ingin bermain di Liga Champions musim depan. Tapi jangan lupakan prestasi yang telah kami peroleh lima bulan dan setengah tahun ini," ketus Seedorf. "Kami adalah juara Piala Dunia Antar Klub tiga bulan lalu. Kemana yang lain?," tandas pemain yang menjadi salah satu inspirator tim tersebut.
Label:
News Update
Kaka: Madrid Sempat Datangi Ayah Saya
MILAN - Real Madrid belum puas jika belum bisa mendatangkan bintang AC Milan, Kaka. Pemain terbaik Eropa dan dunia 2007 itu mengaku utusan Los Blancos sempat menemui ayahnya untuk membujuknya pergi dari San Siro beberapa waktu lalu. Kaka merupakan target Madrid sejak lama.Para petinggi di Santiago Bernabeu tidak henti-hentinya melancarkan pinangannya terhadap pemain Brasil itu. Bahkan, setelah Kaka menjadi pemain andalan Milan. Tapi, menurut Kaka, satu-satunya jalan bagi tim itu untuk memboyongnya adalah dengan mengontak Rossoneri. "Jika Real Madrid memang menginginkan saya, maka mereka harus berbicara dengan AC Milan," tegas pemain berusia 24 tahun itu seperti disitat Tribalfootball, Senin (24/3/20008).
Sepanjang kariernya Kaka baru memperkuat dua klub, Sao Paulo, dan AC Milan. Pemain yang diklaim mendapat kontrak seumur hidup (hingga 2013) itu memang belum pernah merasakan rumput Spanyol. Sebuah pengalaman bermain yang masih tertanam di hatinya hingga kini. "Saya sangat menyukai permainan sepakbola Spanyol. Pemain diharuskan mempunyai kecakapan yang sempurna. Gaya permainannya yang sulit ditebak membuatnya seperti gaya permainan sepakbola Brasil," pujinya.
Kaka Penggemar Berat Fabregas
Sebab, pemain asal Spanyol itu mempunyai bakat yang luar biasa dengan usia yang masih muda. "Dia (Fabregas) merupakan pemain muda yang sangat hebat, dan dia memiliki masa depan yang sangat cerah. Fabregas memiliki talenta yang sangat luar biasa. Itu terlihat bagaiman cara bermain dia, dan bagaimana dia mampu mengkontrol permainan timnya," puji gelandang asal Brasil itu sebagaimana dilansir Tribalfootball, Senin (25/3/2008).
"Dia selalu bergerak. Dia merupakan pemain yang mempunyai tipe permainan modern, karena dia mampu membaca permainan di lapangan. Praktis, permainan dia itu mengingatkan saya dengan Andra Pirlo," lanjut pemain AC Milan berusia 24 tahun itu. Kaka bukan tanpa alasan memuji Fabregas. Sebab, dia pernah merasakan kehebatan gelandang muda berusia 20 tahun itu. Ketika itu Milan harus tersingkir dari Arsenal dengan skor agregat 2-0 di babak 16 besar Liga Champions.
Subscribe to:
Posts (Atom)


















