October 02, 2008

0
Januari, Cafu Buat Keputusan tentang Masa Depannya

MILAN - Pemain sepakbola legendaris Brasil, Marcos Cafu, mengatakan bahwa dia akan memutuskan tentang masa depannya pada bulan Januari nanti. Setelah habis masa kontraknya dengan AC Milan pada musim lalu, pemain dengan nama lengkap Marcos Evangelista de Moraes itu belum juga mempunyai klub baru. Ternyata, pemain berusia 38 tahun tersebut memang memilih untuk "nganggur". 
Namun awal tahun 2009 nanti, dia bakal memberi kejelasan, apakah masih tetap meniti karier sebagai pemain sepakbola, atau gantung sepatu. Cafu memiliki karier yang cemerlang karena dia sudah mengenyam banyak gelar bergengsi, baik di level internasional maupun klub. Bek kanan dengan sebutan Il Pendolino itu pernah menjadi kapten Brasil dan menjadi juara Piala Dunia 2002--tahun 1994 juga jadi juara--, dan dua kali merasakan Scudetto--di samping beberapa gelar bergengsi lainnya. 
Cafu bergabung dengan Milan tahun 2003, ketika berusia 33 tahun. Meskipun demikian, pemain yang digaet dari AS Roma tersebut tetap menunjukkan performa memukau sehingga dalam kurun waktu lima tahun dia dinilai sukses menjadi bagian dari Rossoneri. Namun pada akhir musim lalu, Milan tak memperpanjang lagi kontraknya. 
Cafu pun memutuskan untuk "mengasingkan diri" dari hingar-bingar sepakbola profesional karena dia tak menerima pinangan dari beberapa klub di Brasil maupun luar negeri. "Saya memang belum memutuskan apapun. Namun pada Januari nanti, saya akan membuat keputusan terakhir apakah akan terus bermain bola atau pensiun," ungkapnya kepada Laromasiamonoi.it, Rabu (1/10). "Saya telah mendapat beberapa penawaran, baik dari Brasil maupun luar negeri. Di mana saya akan bermain? Semua itu tergantung pelatih dan formasinya, meskipun bermain di sisi luar tentu sudah sulit bagiku. 
Saya pikir, puncak karierku ketika kami menjadi juara Piala Dunia 2002. Saya juga telah memenangkan apa yang pemain bisa dapat dan semuanya di sepakbola," ungkapnya. Jika Cafu akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu, maka itu artinya telah habis karier seorang bek sayap yang top. Cafu memang layak jadi pemain terbaik sepanjang sejarah karena meskipun posisinya sebagai pemain belakang, dia hampir selalu berada di dalam kotak penalti lawan jika timnya melakukan serangan.

0 komentar:

 
Blog Milanisti | AC Milan News Update | © 2011 by RedBlack | Supported by AC Milan Wallpaper