February 20, 2008

0
Jelang Arsenal vs AC Milan: Duel Dua Kiper Buruk

LONDON - Peran kiper dalam menentukan hasil pertandingan jelas sangat besar. Dan untuk laga Arsenal vs AC Milan, kontribusinya bisa lebih signifikan mengingat keduanya tak punya kiper yang benar-benar hebat. Pertandingan Arsenal kontra Milan bukan cuma laga antara armada muda menghadapi pasukan tua, atau anak bawang di Eropa menantang salah satu penguasa Benua Biru. Di barisan paling belakang kedua kesebelasan ada sosok kiper yang menarik untuk diamati.
Penjaga gawang menjadi masalah yang membuat kerut di dahi Carlo Ancelotti dan Arsene Wenger bertambah dalam semusim terakhir. Dengan kisahnya masing-masing, Rossoneri dan The Gunners memang tak punya kiper sebagus pesaing-pesaingnya. Lupakan Dida yang sudah sejak musim lalu tak pernah konsisten dan justru kerap membuat blunder mematikan. Apalagi dia kini tengah cedera yang membuat Zeljco Kalac menjadi potieri utama Milan dalam beberapa pekan terakhir.
Malang buat Milan, setelah tampil cukup meyakinkan, kiper raksasa asal Australia itu pekan lalu malah mengalami cedera saat latihan. Dia memang masih dibawa Carletto terbang ke London, tapi untuk memaksa memainkannya jelas merupakan perjudian. Tapi Milan memang nyaris tak punya pilihan lain, opsi Carletto hanya kiper ketiga Valerio Fiori atau kiper keempat Daniel Offrendi. Jangankan merasakan atmosfer Eropa, di Seri A saja keduanya nyaris tanpa pengalaman. Bayangkan saja, Fiori terakhir kali melakoni pertandingan kompetitif adalah pada musim 2003/04. Sementara dalam delapan tahun terakhir dia hanya bermain dua kali. Kondisi serupa terjadi di pihak The Gunners, meski tak bisa dibilang separah Milan.
Menyusul virus yang masih menyerang Manuel Almunia, Wenger terpaksa menurunkan kembali Jens Lehmann. Kiper Jerman ini memang jadi momok menakutkan buat rekan-rekannya sendiri. Di awal musim lalu beberapa kali dia melakukan kesalahan fatal yang berujung pada tergesernya dia dar posisi penjaga gawang utama. Stok kiper Wenger juga bisa dibilang lebih baik. Meski masih minim pengalaman, namun Lukasz Fabianski setidaknya memberi "Si Profesor" sedikit ketenangan. Dengan statusnya sebagai kiper terbaik Liga Polandia dalam dua tahun terakhir, kiper 22 tahun itu punya kualitas yang tak perlu diragukan. Hanya jam terbang yang masih minim yang jadi penghambat Fabianski.

Jadi, akan banyak blunder tercipta di Emirates Stadium?

0 komentar:

 
Blog Milanisti | AC Milan News Update | © 2011 by RedBlack | Supported by AC Milan Wallpaper