Peristiwa itu terjadi dalam pertandingan Piala Swiss, antara FC Baden dan Young Boys, September silam. Dalam sejumlah momen, pendukung melontarkan kata-kata protes kepadanya. Setelah menelan serentetan caci dan maki, Busacca menghadap ke salah satu tribun penonton yang paling berisik dan mengacungkan jari tengah tangan kirinya. "Saya tak perlu membuat penjelasan karena tindakan itu.
Itu mungkin menunjukkan bahwa saya cuma manusia. Saya punya keterbatasan, dan Tuhan berada di sisi saya," kata Busacca. Mungkin tak akan menjadi kontroversi bila jari tengah yang teracung itu adalah milik wasit Tom Henning Ovrebo. Masalahnya, bahasa tubuh yang bersinonim dengan kosa kata verbal kasar itu berasal dari tangan wasit yang meraih gelar Wasit Dunia.
Busacca juga terpilih memimpin partai final Liga Champions 2009 antara Barcelona dan Manchester United. Ia bahkan merupakan kandidat pemimpin laga final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Banyak kalangan menilai, Busacca adalah wasit profesional. Mereka berharap, insiden ini tak akan mematikan karier Busacca.
Sebaliknya, mereka berharap, sanksi akan membuat Busacca semakin bijak dan kariernya terus meningkat. Sudah dikatakan oleh Busacca, ia hanya manusia, dan seperti semua manusia-manusia lainnya, ia selalu pantas dapat kesempatan kedua.
sumber : kompas.com













0 komentar:
Post a Comment