Hasil buruk lain bahkan baru dituai di Liga Champions usai dikandaskan FC Zurich. Rangkaian penampilan mengecewakan ini kemudian menempatkan Leonardo jadi sosok yang paling disalahkan. Semua ramai-ramai menyoroti minimnya pengalaman si pria asal Brasil dalam urusan melatih.
Selain itu, Leonardo yang semasa aktif bermain juga jadi bintang 'Rossoneri' itu juga disebut-sebut sudah terlalu baik ke para pemainnya. Kebaikan itu boleh jadi malah sudah bikin pemainnya menjadi kurang terpacu di lapangan. Maka menjelang laga lawan Atalanta --tim posisi buncit-- di giornata tujuh pun Leonardo siap memodifikasi sikap kendati tetap mengusung gaya "baik-baik".
"Aku tetap akan menjaga hubunganku dengan para pemain dan caraku menangani mereka takkan berubah, tapi aku ingin menegaskan bahwa ada perbedaan antara menjadi orang baik dan menjadi orang bodoh. Itu dua hal berbeda," tegas dia di Football Italia. Laga yang akan dihelat di Atleti Azzurri d'Italia itu sendiri santer dispekulasikan bakal menjadi penentu nasib Leonardo.
Kegagalan menang kabarnya akan berakhir dengan pemecatan. "Aku mengambil tanggung jawab ini dan ada di Milan karena aku percaya dengan klub ini. Aku tak takut terbakar. Aku dulu menerima pekerjaan ini bukan karena terpaksa," tegas Leonardo.
Sejumlah kandidat sudah ramai ditulis media sebagai calon potensial pengganti Leonardo. Marco Van Basten adalah favoritnya, diikuti oleh Walter Mazzarri dan Delio Rossi
sumber : detik.com













0 komentar:
Post a Comment