May 11, 2010

0
Moggi: Juve dan Milan Perlu Dirombak

ROMA — Mantan Direktur Umum Juventus Luciano Moggi menganggap skuad Juve dan AC Milan perlu dirombak untuk segera mengembalikan kejayaan tim. Dalam lima tahun terakhir, Milan dan Juve mengalami masa-masa paling sulit.
Milan masih lebih baik karena mereka sempat mencicipi gelar Liga Champions pada 2007. Namun, sebagaimana Juve yang dihukum dalam kasus calciopoli, "I Rossoneri" juga kesulitan memperbaiki posisi di klasemen Serie A.
Musim ini "I Bianconeri" bisa dikatakan gagal total karena tidak mungkin lolos ke turnamen ap apun di Eropa musim depan. "Il Diavolo" masih bisa mencicipi kembali Liga Champions. Di giornata terakhir Serie A, Minggu (16/5/2010) nanti, kedua tim akan berhadapan meski hasil akhirnya tidak akan memperbaiki posisi mereka.
"Pada laga Minggu nanti antara Milan dan Juve, kita akan melihat dua tim usang dan hampir seluruhnya perlu dirombak," kata Moggi kepada Studio Stadio. Secara khusus Moggi mengomentari prestasi buruk Juventus sepanjang musim ini. Menurut dia, manajemen "La Vecchia Signora" melakukan kesalahan besar dalam perekrutan pemain.
Sejak kehilangan Pavel Nedved dan menurunkan penampilan Alessandro Del Piero, Juventus belum punya pemain pengganti yang sepadan. "Jika mereka terus membeli gelandang bertahan untuk playmaker dan orang-orang seperti (Jorge) Andrade, (Christian) Poulsen, dan Tiago (Mendes), perlu waktu setidaknya 20 tahun lagi (untuk mengembalikan kejayaan Juve)," komentarnya


sumber : kompas.com
May 10, 2010

0
Milan Dipastikan Gagal Boyong Van Basten

MILAN - Marco van Basten telah menutup peluang untuk menjadi pelatih baru AC Milan dengan mengklaim dirinya belum siap mengemban tugas berat tersebut.
Sebelumnya van Basten mengelak berkomentar terkait spekulasi kemungkinan kembali ke San Siro dengan mengatakan saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan kemungkinan melatih Milan, tetapi tampaknya sekarang dia telah mengambil keputusan.
"Saya belum siap dan masih bermasalah dengan engkel," kata van Basten di Sky Sport 24. "Saya belum bisa mengambil tugas berat seperti menjadi pelatih." Sementara itu, edisi pagi Il Corriere dello Sport mengklaim wakil presiden Milan Adriano Galliani lebih memilih duet Mauro Tassotti dan Filippo Galli sebagai suksesor Leonardo.
Sebelumnya Tassoti mengungkapkan jika Leonardo akan mengambil keputusan terkait masa depannya setelah mengantarkan Milan melawan Juventus akhir pekan nanti.



sumber : kompas.com

0
Leonardo Ambil Keputusan Akhir Pekan

MILAN - Kubu AC Milan masih bungkam terkait nasib Leonardo Araujo. Mereka mengatakan yang bersangkutan akan memberi keterangan langsung pada akhir pekan.
Isu pemecatan Leo-panggilan Leonardo-belakangan terus merebak. Kuat indikasi dia memilih mundur dari jabatan allenatore akhir musim nanti. Penjelasan tak kunjung didapat dari kedua belah pihak (Leonardo dan Milan).
Namun, pada Senin (10/5/2010) waktu setempat, asisten pelatih Mauro Tassotti mengatakan kalau Leonardo sendiri yang akan memberikan keterangan usai laga tutup musim melawan Juventus. “Leonardo?
Saya tidak tahu keputusan yang akan diambil. Dia akan menjelaskannya sendiri,” ujar Tassotti seperti disitat Sky Sport 24. “Belum ada satu patah kata yang keluar dari mulutnya. Kami hanya diminta menunggu sambil terus bergelut dengan rumor,” pungkas Tassotti lagi.


sumber : okezone.com

0
Bangku Kosong jadi Kambing Hitam Milan

MILAN – Pelatih AC Milan Leonardo Araujo mengaku anak asuhnya tampil di bawah form yang diharapkan sehingga terpaksa menelan kekalahan 0-1 dari Genoa dini hari tadi.
Mengenai hasil yang buruk yang dialami Rossoneri di Stadion Luigi Ferarris, Araujo mengungkit faktor ketidakadiran fans setelah otoritas setempat memutuskan laga Genoa kontra Milan tidak boleh dihadiri penonton demi keamanan.
Keputusan itu dibuat tak terlepas dari kerusuhan yang terjadi sebelumnya saat Genoa menjamu Sampdorida 11 April lalu. “Sangat menyedihkan bermain di stadion yang kosong. Atmosfir pertandingan nya tidak nyata dan ini tidak membantu para pemain,” ujar Leo seperti dikutip Tribalfootball, Senin (10/5/2010).
Leo membantah bahwa pernyataannya itu adalah sebuah cara mencari-cari alasan atas buruknya penampilan anak asuhnya. Ketidakhadiran penonton, menurut dia, memang membuat para pemain Milan bermain dalam tempo lambat.
“Ini bukan pembelaan atas buruknya penampilan Milan,” kata pelatih asal Brasil itu. “Kami sebenarnya berusaha untuk membungkam Genoa dengan serangan balik, tapi kami terlalu lambat untuk mengejutkan mereka,” tambah Leo.


sumber : kompas.com

0
Zambrotta Puas Milan di Posisi Tiga

MILAN - Gianluca Zambrotta menegaskan bahwa bisa mendapatkan posisi ketiga adalah penting bagi AC Milan. Ia pun yakin rekan setimnya puas bisa finis di posisi ketiga musim ini.
Meski kalah 0-1 dari Genoa namun posisi ketiga telah dipastikan jadi milik Diavolo Rosso. Milan beruntung karena pada laga lainnya Sampdoria melawan Palermo, berakhir dengan skor imbang 1-1. Media Italia mengatakan bahwa ini merupakan musim yang mengecewakan bagi Milan setelah gagal dalam persaingan Scudetto.
Namun Zambrotta menegaskan bahwa mereka puas berada di posisi ketiga. "Di samping dari kekalahan tersebut, yang terpenting adalah menyelesaikan musim ini ditempat ketiga dan kami berhasil. Untuk alasan ini, kami puas," kata Zambrotta seperti dilansir Football Italia.
"Tentu, kita tidak puas dengan kekalahan di pertandingan ini, tak seorang pun suka kalah, tetapi tujuan kami lolos ke Liga Champions dan kami berhasil mendapatkannya," kata bek Italia ini.


sumber : detiksport.com

0
Kalah, Milan Langsung ke Champions

GENOA - AC dipastikan finis di posisi ketiga meski menyerah 0-1 kepada Genoa, duel lanjutan Serie-A, di Comunale Luigi Ferraris, Minggu (9/5/2010).
Dengan satu laga tersisa, mereka mengoleksi 67 poin atau unggul tiga angka dan rekor pertemuan dari Sampdoria di tempat keempat. Meski begitu, hasil tersebut tetap mengecewakan. Bermain di kandang lawan, Milan berhasil mendominasi penguasaan bola.
Sayangnya, koordinasi antara lini tengah dan depan kurang solid, sehingga mereka kerap kehilangan bola, sebelum sempat melakukan eksekusi. Tak jarang, serangan juga terhenti, karena Milan masuk jebakan off-side lawan,Sebaliknya, Genoa bermain lebih berani. Setiap menguasai bola, mereka lantas melancarkan serangan dan ketika mendapat ruang tembak, entah di dalam atau luar kotak penalti, mereka berani berspekulasi.
Pada menit ke-14 dan ke-17, Giuseppe Scullie melepaskan dua tembakan akurat yang sayangnya bisa diblok oleh Marco Amelia. Memasuki babak kedua, performa Milan tak membaik. Bahkan, selepas menit ke-50, mereka didera tembakan-tembakan akurat barisan serang Genoa, yang berujung gol Giuseppe Sculli, pada menit ke-57.
Memanfaatkan umpan Ivan Fatic, Sculli menanduk bola dari tengah kotak penalti, masuk ke sudut kiri atas gawang. Tak mau kehilangan momen, Genoa terus mempertahankan intensitas serangan dan tempo permainan mereka.
Hasilnya, nyaris tanpa terancam, mereka terus membayakan gawang Dida. Sayang, usaha mereka gagal membuahkan gol tambahan sampai akhir laga. Selama 90 menit, Milan menguasai bola sebanyak 58 persen dan melepaskan dua tembakan tepat ke gawang dari lima usaha. Sementara itu, Genoa mampu membuat empat peluang emas dari 17 percobaan.


Susunan pemain:
Genoa: 32-Marco Amelia; 4-Domenico Criscito, 26-Salvatore Bocchetti, 15-Sokratis Papastrathopoulos (13-Ivan Fatic 45); 40-Nenad Tomovic, 28-Ivan Juric, 21-Alberto Zapater, 20-Giandomenico Mesto; 14-Giuseppe Sculli, 9-Robert Acquafresca (19-David Suazo 65), 8-Rodrigo Palacio (10-Raffaele Palladino 89)
Milan: 1-Dida; 77-Luca Antonini (15-Gianluca Zambrotta 74), 19-Giuseppe Favalli, 33-Thiago Silva, 20-Ignazio Abate; 8-Ivan Gennaro Gattuso (10-Clarence Seedorf 57), 21-Andrea Pirlo, 16-Mathieu Flamini; 22-Marco Borriello, 80-Ronaldinho, 7-Pato (11-Klaas-Jan Huntelaar 66)

sumber : kompas.com

0
Soal Milan, Van Basten Enggan Blak-Blakan

MILAN - Marco van Basten tengah ramai diisukan bakal menukangi AC Milan pada musim depan. Namun, sang legenda justru menanggapi dingin kabar tersebut.
Apa katanya? Ya, dalam beberapa pekan terakhir nama van Basten memang ramai dikaitkan dengan I Rossoneri. Striker legendaris Milan yang pensiun dini tersebut dikabarkan bakal mengisi posisi yang kemungkinan besar ditinggalkan Leonardo Araujo, pelatih Milan saat ini.
Namun, saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut, van Basten justru memberikan jawaban abu-abu. “Untuk saat ini, saya tak bisa mengatakan apapun. Saya tak berpikir, ini adalah saat yang tepat untuk berbicara tentang hal ini (tugas melatih Milan),” papar van Basten kepada Telelombardia, Minggu (9/5/2010).
“Milan masih berjuang di liga. Tak ada satu pun pihak yang mengontak saya, meski saya cukup senang membicarakan hal ini (kemungkinan melatih Milan),” tutur bintang Milan di era 1987-1993 ini. Di dalam kasus ini, saya baru tiba di Milan dan saya rasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk berbicara panjang lebar,” tutup pemain yang sukses membawa Milan meraih trofi Liga Chamopions di musim 1989 dan 1990 ini.
Diketahui, saat ini van Basten memang tengah berada di Milan. Namun, kedatangan mantan pelatih Ajax Amsterdam dan Timnas Belanda ini ke Milanello bukan untuk membicarakan kontrak dengan Milan, melainkan untuk mengikuti kejuaraan golf yang bertajuk Pro Am Vialli & Mauro Golf.


sumber : kompas.com
May 08, 2010

0
HEAD TO HEAD: Genoa vs Milan

MILAN - Secara catatan pertemuan kedua tim di Luigi Ferraris, Milan dan Genoa lebih banyak menuai hasil seri. Hanya sekali dari empat laga terakhir kedua tim di mana Milan meraih kemenangan. Namun semua itu hanya catatan masa silam.
Kedua tim kini memiliki kekuatan dan performa yang berbeda. Milan misalnya. Penampilan Il Rossoneri dalam delapan laga terakhir naik turun. Milan bahkan hanya mencatat dua kemenangan, tiga kali seri dan tiga kalah. Namun Genoa juga tidak dalam performa yang impresif.
Delapan laga berakhir dengan satu kemenangan, empat kekalahan dan sisanya seri. Dengan statistik semacam ini, peran pemain kunci akan sangat menentukan untuk bisa membangkitkan semangat tim. Di Milan, Andrea Pirlo akan memegang peran kunci dalam mengangkat performa tim dari sektor tengah.
Penampilan gelandang jangkar Milan itu cukup penting di tim. Bukan hanya karena kepiawaiannya mengatur tempo, tapi juga kemampuan yang di atas rata-rata dalam melepas umpan dan mencetak gol lewat tendangan kerasnya. Di Milan, hanya Pirlo yang dinilai Castrol Index performanya paling baik dalam sebulan terakhir.
Sementara di Genoa, Marco Rossi bisa menjadi andalan. Berperan sebagai gelandang, Rossi pintar dalam menguasai zona permainan. Dia juga dikenal sebagai salah satu gelandang yang cerdik dalam merusak tempo serangan lawan. Castrol Index menempatkannya sebagai pemain terbaik di tubuh Genoa.


Rekor Pertemuan Kedua Tim:
Genoa 0-3 Milan (26/8/2007)
Milan 2-0 Genoa (27/1/2008)
Genoa 2-0 Milan (14/9/2008)
Milan 1-1 Genoa (29/1/2009)
Milan 5-2 Genoa (7/1/2010)

sumber : kompas.com

0
Otamendi Siap Dijual!

MILAN - Keinginan Milan mendapatkan Nicolas Otamendi terbuka lebar setelah Velez Sarsfield membuka lebar-lebar pintu negosiasi. Diungkapkan agen pemain berusia 22 tahun itu, mandat sudah diterimanya dari pihak klub untuk memulai tahap negosiasi dengan mereka yang menginginkan kliennya itu.
"Saya sudah memiliki mandat untuk menjual Nicolas. Kita lihat saja siapa yang tertarik dengan pemain ini," tandas Gustavo Mascardi kepada Tuttomercatoweb. Ditambahkannya, Otamendi kemungkinan akan lebih memilih klub asal Spanyol dan pihaknya akan berbicara dengan sejumlah klub di sana.
Sementara mengenai kabar adanya ketertarikan dari Milan, Mascardi menyatakan belum ada kontak dari klub Italia itu. "Sampai saat ini saya belum mendengar kabar apa pun, tapi saya yakin kami akan tahu sesuatu dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.


sumber : goal.com

0
Baresi Dukung Van Basten Besut Milan

MILAN - Pelatih AC Milan Leonardo sudah dipastikan hengkang dari San Siro, akhir musim ini. Penyebab utama keputusan tersebut terkait memburuknya hubungan dirinya dengan pemilik AC Milan Silvio Berlusconi.
Manajemen Rossoneri tentunya harus bentindak ekstra cepat untuk mencari pengganti Leonardo. Nama yang santer mencuat ke permukaan adalah legenda Milan sendiri, Marco van Basten.
Berbagai kalangan mendukung hadirnya van Basten di San Siro. Seperti diutarakan legenda Milan lainnya, Franco Baresi. Basten dinilai Baresi sangat ideal membimbing Massimo Ambrosini dkk musim depan. "Saya tidak merasa tua dan tidak ingin.
Itu sebabnya aku tidak ingin menjadi seorang pelatih. Ini adalah mimpi yang telah saya tinggalkan," kata Baresi seperti disitat channel-4, Jumat (7/5/2010). "Orang yang ideal menjadi pelatih Milan sekarang Van Basten?," pungkas Baresi.


sumber : okezone.com
 
Blog Milanisti | AC Milan News Update | © 2011 by RedBlack | Supported by AC Milan Wallpaper